Di dunia kerja yang saya geluti selama ini, saya menemukan banyak sekali karakter klien. Ada kalanya kita banyak mendapat pelajaran dari obrolan dengan mereka. Ya pastinya hal-hal positiflah yang harus kita ambil, negatifnya gimana?… dibuang?.. Jangan kali ya… sebab apa?..
Meskipun hal-hal negatif yang kita temui tapi kita butuh waktu untuk menemukan pengalaman itu. Na.. disini ada satu prinsip yang saya pegang bahwa ;
? Baik ataupun buruk kondisi yang kita hadapi, semua itu adalah suatu pengalaman, dan pengalaman bisa jadi aset kita yang sama berharganya dengan intelejensia kita?
Namun kali ini saya baru pingin berbagi tentang satu hal dari beberapa pengalaman buruk yang pernah saya hadapi. Hubungannya dengan Klien. MARAH, seringkan ketemu klien yang marah ?… (sukurlah klo belom
) . Kira-kira Bete nggak sih menghadapi orang yang sedang marah? Pasti dong ya. Kalau nggak bisa nahan emosi, rasanya anda pengin ‘meledak’ juga. Tapi bagaimana kalau anda mesti menghadapi kemarahan klien yang notabene adalah partner bisnis kita atau partner di perusahaan tempat anda bekerja? Balik marah..? Tunggu dulu! Anda nggak bisa menghadapi kemarahan dengan kemarahan. Terlebih yang anda hadapi adalah klien bisnis. Kalau anda mesti berhadapan dengan kemarahan klien, cobalah anda hadapi secara profesional. Di bawah ini adalah strategi yang perlu anda persiapkan dalam menghadapi klien atau tamu yang sedang marah.
- Dalam situasi yang ‘panas’ cobalah untuk menghirup napas dalam-dalam untuk menyuplai oksigen ke dalam tubuh anda sampai ke otak. Suplai oksigen yang sampai ke otak akan membuat anda lebih tenang dan dapat berpikir lebih jernih.
- Jangan abaikan etiket. Jangan lupa untuk mempersilahkannya duduk saat anda berhadapan dengannya. (Sulit kali ya… tapi ini harus dilakukan).
- Masih berhungan dengan etikat diatas, Saat klien sedang meluapkan kemarahannya, jangan sekali-kali memotong ucapannya. Karena akan membuat kemarahannya semakin meledak. Tunggulah sampai ada jeda dan manfaatkan jeda waktu tersebut untuk menata kata-kata yang akan anda ucapkan.
- Lakukan pembelaan secara diplomatis. Tetapi usahakan jangan mengingkari masalah yang ada dan jangan sekalipun melemparkan kesalahan dengan mencari kambing hitam. Jangan bertele-tele dalam memilih kalimat. Pilihlah kata-kata yang singkat dan diplomatis untuk menyelesaikan masalah.
- Selain melakukan pembelaan, cobalah untuk ber-Empati pada perasaan klien. Pahamilah masalahnya dan coba bayangkan seandainya anda ada di posisi dia. Ekspresikan pengertian anda terhadap kekecewaannya. Tetapi nggak perlu meminta maaf secara berlebihan. Cukup tampilkan nada suara yang mencerminkan kepedulian anda terhadap masalahnya.
- Dalam menjawab kemarahan klien dan menjelaskan permasalahan yang sebenarnya, jangan gunakan kaya ’saya’ tetapi gunakan kata ‘kami’. Misalnya, “Sebelumnya kami sudah menginformasikan masalah ini pada staf anda…”. Dengan menggunakan kata ganti kami, anda akan merasa bahwa kemarahan klien bukan ditujukan pada diri anda pribadi.
- Setelah menjelaskan duduk persoalannya, upayakan untuk memberi solusi atau jalan keluar. Karena melakukan pembelaan tanpa berusaha memberi solusi adalah tindakan yang sangat tidak bijaksana. Klien akan lebih menghargai anda terlepas dari berhasil atau tidaknya solusi tersebut. Patut anda catat, di saat bermasalah seperti ini usaha anda untuk mencari jalan keluar sangat berarti bagi klien.
- Strategi terakhir untuk menghadapi kemarahan klien adalah dengan ‘berbesar hati’. Bila anda mampu menghadapi orang marah tanpa kehilangan kontrol berarti anda telah berhasil mengelola emosi anda dengan baik. Anggaplah hal ini sebagai ajang latihan untuk menambah kematangan emosi dan cara berpikir anda.
INGAT : Biasanya kemarahan klien dipicu oleh hal-hal yang mereka anggap sebagai haknya tidak terpenuhi. Jadi…….. Sekalian saja atau anggap lah sebagai REVIEW GRATIS buat kita atau Uji profesionalisme
Atau anda punya pengalaman laen ?….
Wew dapet review gratis enak neh mas
Paman Gobers last blog post..Kontes Review dan Banner Ala Paman Gober
Tips-tips itu kayanya bisa deh diterapkan untuk blogger dan blog kita. Tinggal ganti saja kata klien dengan pembaca. Iya gak, Mas?
Eckos last blog post..Pisowanan Agung Rakyat Yogyakarta
@Paman Gober : SIIP deh mas.. saya ngedukung moga tambah maju
@Ecko : Betul mas.. intinya kita ngga boleh antipati terhadap semua kritik yang menyakitkan sekalippun
sering banget saya menghadapi situasi seperti ini. Tapi hanya lewat telpon / Ym aja biasanya..
walaupun begitu tetep aja bikin kepala saya spanning.
thx buat tips2x sabarnya yaa.
good info !!
keep blogging !